Selasa, 05 Oktober 2010

J-Rocks adalah band dari Jakarta yang berdiri pada 9 November 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bass), dan Anton (drum). Aliran band ini adalah Japanese pop/rock. Nama J-rocks sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta musik Jepang di Indonesia karena nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock. Awalnya band ini bernama J-Rockstar, adalah ide dari sebuah stiker bertuliskan Rockstar, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar (bintang musik rock). Tambahan huruf "J" di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena umumnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa). Nama J-Rockstar akhirnya disingkat menjadi J-Rocks karena adanya masalah penyebutan, sementara nama J-Rockstars akhirnya menjadi istilah untuk fans / penggemar J-Rocks dan biasa disingkat JRS. Sejak tahun 2008 J-Rocks mulai mengenakam kostum batik dengan desain modern namum tetap dengan dandanan ala harajuku, dan mempromosikan batik kepada kawula muda.

Awal Karier

J-Rocks
Awal 2004, J-Rocks menjuarai festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Masing-masing personil meraih best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Serba Salah" dan "Into The Silent".
Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua Spirit, J-Rocks memainkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock'n Roll (Juwita Hati), Waltz / Victorian (Tersesal), Symphonic Metal (Aku Harus Bisa), blues, klasik, dan lain sebagainya.
Pada lagu berjudul "Kau Curi Lagi" mereka berkolaborasi gitaris wanita, Prisa Rianzi dan pada lagu "Juwita Hati" mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang, Sato & Boppy berperan sebagai fans yang mengejar idolanya sampai ke Jepang . Tidak tanggung-tanggung, beberapa kawasan di Jepang termasuk Shibuya & Harajuku dijadikan lokasi syuting Video Clip. Konsep yang menarik membuat Video Klip ini populer di Indonesia.

http://j-rocks.co.id/Rekaman di Studio Legendaris Abbey Road

J-Rocks di Abbey Road Studio
J-Rocks bawa batik ke inggris
J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, di Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di studio Abbey Road mereka ditangani oleh Chris Butler, seorang sound engineer ternama.
Berkas:J-Rocks-RTA.jpg
J-Rocks - Road to Abbey
Proses rekaman untuk ketiga lagu J-Rocks hanya membutuhkan waktu selama dua hari. Di hari ke-3, Christ melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu. Sambil menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk lagu Falling in Love dan berfoto di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batik yang sudah mereka persiapkan dari Jakarta. Hasilnya J-Rocks merilis album ke-3, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey", dengan cover bergambar J-Rocks menyebrangi zebracross Abbey Road ala The Beatles. Berisi 4 lagu dan 1 instrumental.
Abbey Road Studio, Inggris
Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena memenangkan ajang "A Mild Live Soundrenaline 2008". J-Rocks terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema "Free Your Voice" dan berhasil membawa topik "Save Our Music and Culture". Rekaman di Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang go internasional.
Abbey Road Studios didirikan pada November 1931 oleh EMI di "London". Sejumlah musisi tersohor pernah merekam lagu mereka di studio itu, seperti The Beatles, Green Day, Muse, Oasis, Radiohead, Red Hot Chili Peppers, U2 bahkan Michael Jackson.

The Gazette

 http://www.pscompany.co.jp/gazette/Gazette bermula pada awal tahun 2002, terdiri dari lima angota yang kesemuanya laki-laki, meski masih muda, mereka sudah cukup berpengalaman di dunia musik. Tiga dari personelnya telah bekerjasama di band-band lama (Ma’die Kusse dan Kar+te=zyAnose); dimana vokalisnya adalah Ruki, salah satu gitarisnya Uruha dan bassisnya Reita. Dua mantan member dari Artia melengkapi formasi awal ini; Aoi pada Gitar dan Yune pada drum. Setelah resmi bergabung di label Matina, mereka merilis single pertama, Wakaremichi, dan sebuah video dalam bentuk VHS pada bulan April, melalui berbagai acara dan perilisan omnibus dengan segera mengangkat nama mereka. Band ini pun sukses menggelar oneman pertama pada bulan Oktober di tahun itu. Pada akhir tahun mereka ikut ambil bagian di acara "FINAL PRELUDE 2002~2003 Matina PRESENTS" karena label Matina ini akan bubar.

Pada tahun 2003, Yune menggumumkan akan meninggalkan Gazette. Dia dengan segera digantikan oleh Kai (ex Mareydi†Creia) dan band ini lalu bergabung dengan label PS Company. Mereka ambil bagian di tur pertama bersama dengan rekannya dari band indie Hanamuke, dan merilis mini album pertama Cockyane Soup selanjutnya diikuti dengan perilisan dua mini album lainnya dua bulan sesudahnya. Pada sisa tahun, mereka melanjutkan dengan mengadakan tur Beauti-Fool's Fest 2003 bersama dengan artis lainnya seperti Merry dan D'espairsRay.

Gazette menggebrak tahun 2004 dengan mengadakan oneman di Shibuya AX (konser ini kemudian dirilis dalam bentuk DVD) dan saat itu juga mereka membuka fan club secara resmi. Mendekati akhir tahun, band ini merilis DVD live kedua dan kemudian mereka memberikan fans mereka apa yang telah dinantikan lebih dari dua tahun, yaitu album perdana mereka Disorder. Di bulan Desember, mereka ikut berpartisipasi di Beauti-Fool's Fest dan menggelar sebuah tur kecil.

Tahun 2005, Gazette nampaknya mengerahkan seluruh waktu mereka di bis tur atau di panggung karena hampir tiada hentinya mereka menggelar tur ke seluruh negeri. Beberapa item dirilis di antaranya tur dan photobook pertamanya "Verwelktes Gedicht", yang dijual di bulan September. Akhirnya mereka beristirahat singkat hingga bulan Desember yang dilanjutkan dengan keikutsertaannya pada acara "PEACE & SMILE CARNIVAL TOUR 2005" dengan memakai nama label dan merilis single Cassis yang menjadi single terakhir yang dirilis dibawah nama Gazette.

Tahun 2006 merupakan tahun yang sangat sibuk untuk Gazette. Mereka mengganti nama dari ‘Gazette’ yang ditulis dalam huruf Jepang, menjadi The GazettE, ditulis dalam bahasa Inggris, band ini menggebrak tahun itu dengan merilis sebuah album baru Nil. Mereka dengan segera melakukan tur besar-besaran, menjangkau seluruh Jepang dengan lebih dari tiga puluh pertunjukkan. Tur finalnya diadakan di Nippon Budokan, salah satu tempat penyelenggaraan terbesar di Jepang, dan habis terjual. Mereka juga mengadakan pertunjukkan Eropa pertamanya di Jerman pada akhir Juli, untuk menyenangkan fans internasional mereka. Kemudian masih di tahun itu, mereka membuka homepage resmi versi bahasa inggris pada bulan Oktober.

Mereka mengakhiri 2006 dan mengisi tahun 2007 dengan jadwal tur dan single-single baru sebelum mengumumkan perilisan album baru STACKED RUBBISH pada musim panas, dan penyelenggaran dua buah tur. Tur pertama akan dimulai pada awal Juni, yang diadakan dari musim panas hingga gugur, dan tur keduanya akan menutup bulan musim dingin. Untuk menyenangkan para fans internasional mereka, The GazettE memutuskan untuk kembali ke Eropa dengan mengadakan sebuah rangkaian tur kecil yang akan diadakan di Jerman, Perancis, Finlandia, dan Inggris pada bulan Oktober.

Avenged Sevenfold

AVENGED SEVENFOLD

AVENGED SEVENFOLD
Ragamdunia turut berduka cita atas meninggalnya sang drummer James Owen Sullivan, semoga diterima di sisi Tuhan yang maha esa.
Avenged Sevenfold adalah grup musik heavy metal yang dibentuk di Huntington Beach, California pada 1999. Personelnya terdiri atas M. Shadows (vokal), Synyster Gates (lead guitar), Zacky Vengeance (guitar), Johnny Christ (bass), dan The Reverend (drum). Serta dua mantan personelnya Dameon Ash dan Justin Sane yang telah hengkan dari grup ini. Album pertama Avenged Sevenfold berjudul Sounding the Seventh Trumpet (2002), disusul album kedua Waking the Fallen (2003). Dalam album kedua grup ini tampil bersama Xl Rose, Kylie Minogue dan Chris Cornell. Disusul kemudian album City of Evil (2005) dan Avenged Sevenfold (2007).
M. Shadows
Matthew Charles Sanders (lahir 31 Juli 1981; umur 28 tahun; lebih dikenal dengan nama M. Shadows) adalah penyanyi dari grup musik Avenged Sevenfold. Matt sudah bertunangan dengan Valary DiBenedetto, saudara kembar dari pacar Synyster Gates, Michelle DiBenedetto. Matt bertemu Valary ketika mereka berada di kelas 6. Pada masa kecilnya, Matt seringkali dikeluarkan dari sekolahnya karena dia berkali-kali melakukan kekerasan. Sebelum bernyanyi, Matt bermain bass.
Synyster Gates
Brian Elwin Haner, Jr. (lahir di Huntington Beach, California, Amerika Serikat, 7 Juli 1981; umur 28 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Synyster Gates adalah seorang musisi dan gitaris untuk grup musik Avenged Sevenfold. Brian adalah anak pertama. Dia mempunyai adik bernama Brent, Johnny, dan McKenna. Ayahnya, Brian Elwin Haner Sr. (biasa dipanggil dengan nama Papa Gates), adalah seorang pelawak dan gitaris professional. Ibu kandungnya bernama Jan. Ibu tirinya, Suzy Haner, adalah seorang ahli hipnotis. Orang tua Brian cerai ketika Brian berumur sepuluh tahun. Dua tahun kemudian, ayahnya menikah lagi dengan Suzy. Brian mempunyai seorang pacar bernama Michelle DiBenedetto, saudara kembar dari tunangan M. Shadows, Valary DiBenedetto. Brian dan kekasihnya memelihara anjing yang diberi nama Pinkly. Brian mendapatkan gitar pertamanya dari nenek dan kakeknya. Salah satu lagu pertama yang ia pelajari adalah lagu Stairway to Heaven karya Led Zeppelin. Ketika Brian duduk di kelas 6, ia sudah bisa menebak chord dari sebuah lagu hanya dengan menggunakan pendengarannya. Setelah Brian diberi gitar, dia mengatakan bahwa sekolah sudah tidak ada gunanya. Nilai bagus hanya dia peroleh sampai ia duduk di kelas 4.Brian memasuki grup musik Avenged Sevenfold sebagai gitaris ketika ia berumur 18 tahun di akhir tahun 1999. Dia juga memainkan piano pada lagu “Beast and the Harlot” dan “Sidewinder”.
Zacky Vengeance
Zachary James Baker (lahir 11 Desember 1981; umur 27 tahun; lebih dikenal dengan nama Zacky Vengeance) adalah seorang pemain gitar dan penyanyi latar dari grup musik Avenged Sevenfold. Zacky adalah anak sulung, mempunyai saudara perempuan yang bernama Zina, dan saudara laki-laki bernama Matt. Orangtuanya bernama James dan Maria. Zacky mempunyai pacar bernama Gena Paulhus. Zacky memelihara anjing yang diberi nama Ichabod Crane Vengeance. Pada DVD Avenged Sevenfold yang berjudul All Excess, Zacky mengatakan bahwa sebelum dia memasuki Avenged Sevenfold, dia sempat menjadi anggota dari grup musik beraliran punk rock bernama MPA atau Mad Porno Action yang gagal mencapai sukses. Maka itu Zacky dan M. Shadows membentuk Avenged Sevenfold. Zacky mempelajari cara bermain gitar ketika dia berumur tiga belas tahun. Dia belajar secara otodidak. Gitar yang pertama kali ia gunakan adalah gitar ayahnya.
The Rev
James Owen Sullivan, (lahir 9 Februari 1981; umur 28 tahun; lebih dikenal dengan nama The Rev atau The Reverend Tholomew Plague) adalah seorang drummer sekaligus penyanyi latar untuk grup musik Avenged Sevenfold. The Rev juga sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth. The Rev adalah anak tunggal. Pada masa kecilnya, dia seringkali dikeluarkan dari sekolah. The Rev juga sudah tujuh kali masuk penjara karena kejadian-kejadian seperti berkelahi di dalam bar.
sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Avenged_Sevenfold http://selebriti.kapanlagi.com/avenged_sevenfold/
maaf,masih belum ada profilnya JHONNY CHRIST

Rabu, 29 September 2010

Untukmu

Bintang yang terang
sinarmu sungguh indah
keindahanmu mengingatkan aku
pada seseorang…………
dimana aku sangat merindukannya
malam yang begitu sunyi……….
mengapa dia tak hadir untuk menemaniku
angin yang berhembs dengan kencang……….
Tuhan sampaikan salam ku padanya
bahwa aku sangat merindukannya
kuingin dia selalu mencintaiku
dimanapun dia melangkah

SETIAP KATAKU ADALAH KATA CINTA PADAMU
DIHATIKU HANYA ADA SATU NAMA YAITU KAMU
SETIAP LANGKAHKU HANYA UNTUKMU
AKU HIDUP UNTUK MENCINTAIMU
DAN AKU MATIPUN AKAN AKU KENANG DIRIMU

Kamis, 23 September 2010

Ku Nanti Dirimu

Ku termenung sendiri d malam ini,.. Q yg slalu merindukan mu,.
meskipun kau tak merasakan hal yg sama,.^
ku msh menantimu selalu,,.
ku msh mengharapkn cnta mu untuk q meski kau telah bersamanya,,
andai ku tak pernah lakukan itu,, andai ku taj sakiti hatimu,,
sungguh q menyesal oh kekasihku,,
dan mungkin hanya keajaiban yg bs membuatmu cinta pdku lagi,,.

Fajar untuk Dirimu

Mendung hari ini begitu terasa genting
Aku menatap waktu yang terus berputar…
Tapi aku di butakan oleh sinar fajar mentari yang twerus kau pancarkan buatku…
Fajar… Aku disini tetap menantimu, , ,
Menantimu menyambut tanganku ini. .
Fajar… Aku memintamu meminangku nanti hingga aku menjadi kekasihmu yang sah secara agama..
Tapi aku ingin engkau menikahi agamaku dahulu sebelum menikahiku…
Lewat Puisi ini aku ingin kau membacanya…

Beranjak Melupakanmu

Kemana kita harus pergi
kepedihan perpisahan akan membuatku perlahan melupakanmu
Luka dari cinta perlahan akan pulih
Bahwa semua mimpi palsu akan runtuh perlahan lahan
Hatiku mau membuang bayanganmu
Momen luka ini belum berakhir
Kau meninggalkanku dengan penuh tumpukan kenangan
Dan akan aku simpan rapat dalam hatiku

Rabu, 22 September 2010

Kamis, 02 September 2010

Rabu, 1 September 2010

Assalamuallaikum,……

Seperti biasa saya mengharapkan hari ini dapat ku lalui dengan baik, dan lebih baik dari kemarin, Amin. Seperti biasa saya mengawali hari ini sekitar pkl. 7.20 pagi ini dengan berangkat ke Politeknik Banjarnegara, tempatku melakukan Prakerin. Dan seperti biasa pula saya disana hanya mengedit-edit-edit dan edit video. Dan yang diedit hanya itu-itu saja. Tapi saya akan berusaha menyelesaikan hari ini juga. Apapun halangan akan aku lewati, ih tapi kalau tak bisa juga ya udah, apa daya saya berbuat, toh akan tetap begitu. Yang paling penting “Do The Best”. Good Luck.
Akhirnya hari ini saya akhiri dengan bahagia, udah online lama2, dikasi tugas yg mudah, tambah dia mulai terpikat pd ku, hahahaha………….. akankah misi saya besok akan berhasil seperti hari ini? Tunggu tanggal mainya.

Wassalamuallaikum……………

Keluarga Permana oleh Sutan Takdir Alisyahbana

Adalah dua orang kakak beradik, Tuti dan Maria. Mereka putri Raden Wiraatmadja. Dua kakak beradik ini memiliki karakter yang sangat berbeda. Tuti gadis yang selalu serius, perpendirian teguh, aktivis perempuan di berbagai organisasi wanita. Ia sangat aktif dalam orasi tentang persamaan hak kaum perempuan. Namun kesan keseharian, gadis ini tampak pendiam dan tidak pandai bergaul.
Lain dengan adiknya, Maria. Ia gadis yang sangat lincah, supel, senang bergaul, dan selalu tampak ceria. Orang akan sangat senang berada di dekatnya, karena ada saja sesuatu yang dapat dijadikan bahan obrolan. Maria adalah tipe gadis yang hangat.
Suatu saat, dua kakak beradik itu berjalan-jalan di pasar ikan. Ketika mereka sedang melihat ikan-ikan di akuarium, mereka berkenalan dengan seorang pemuda mahasiswa kedokteran bernama Yusuf. Sudah dapat diduga, pastilah Yusuf sangat senang berdekatan dengan Maria. Alhasil, hari itu Yusuf bersedia mengantarkan dua kakak beradik itu pulang ke rumahnya.
Setelah pertemuan itu, Yusuf selalu terngiang-ngiang pada sosok Maria. Gadis ramah, supel, dan lincah itu selalu mengganggu pikirannya. Ia yakin bahwa ia telah jatuh hati pada Maria. Dan benarlah ketika suatu ketika Yusuf kembali bertemua dua kakak beradik itu di depan Hotel Des Indes. Sama seperti pertemuan di pasar ikan, kembali Yusuf mengantarkan dua kakak beradik itu pulang.
Sejak saat itulah, Yusuf semakin sering berkunjung ke rumah Maria. Tiada lama berselang, bersepakatlah mereka menjalin hubungan cinta. Hari-hari berikutnya, adalah hari-hari indah mereka berdua. Mereka selalu tampak mesra di mana saja.
Hubungan dua orang itu akhirnya diketahui Tuti, kakak Maria. Tentu saja Tuti tidak senang melihat adiknya sudah berpacaran. Ia yang selalu meneriakkan bahwa wanita harus sejajar dengan pria, tetapi adiknya sendiri justru jatuh hati kepada seorang lelaki bernama Yusuf. Tuti menjadi semakin tidak senang ketika suatu ketika ia mendapat surat dari Supomo yang manyatakan bahwa dirinya jatuh cinta pada Tuti. Tuti semakin kesetanan aktif dalam organisasi untuk menghapuskan kekesalan itu. Kegemarannya membaca buku pun semakin menjadi-jadi.
Kemesraan Yusuf-Maria ternyata harus mendapat kendala. Maria jatuh sakit. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa Maria menderita TBC. Kesehatan Maria semakin hari semakin memburuk. Yusuf sangat sedih melihat kekasihnya kini menjadi gadis yang kehilangan semangat hidup. Ia terus mendampingi kekasihnya dengan setia.Usaha dokter yang mengobati Maria secara intensif ternyata tidak membuah hasil. Kesehatan Maria semakin memburuk. Maria akhirnya meninggal. Sebelum meninggal, Maria sempat meminta agar Yusuf mengawini Tuti, kakaknya.Yusuf menuruti nasihat Maria. Setelah Maria meninggal, Yusuf mengambil Tuti sebagai kekasihnya. Mereka sepakat untuk menikah sesegera mungkin.***

Catatan:
Roman karya Sutan Takdir Alisyahbana (STA) ini dalam sejarah sastra Indonesia disebut-sebut sebagai novel pembuka periode Pujangga Baru. Pemikiran tentang emansipasi wanita sudah mulai muncul. Secara lebih spesifik, dua kakak beradik Tuti dan Maria menyimbolkan dua karakter zaman yang berbeda. Tuti simbol pemikiran modern, sedang Maria simbol pemikiran tradisional. Judul roman yang di pilih STA pun menyiratkan hal itu: layar yang sudah terkembang, pemikiran yang sudah terbuka.

Rabu, 01 September 2010

Selasa, 31 Agustus 2010

Assalamuallaikum,……
Saya berarap hari ini akan lebih baik dr kemarin. Hari sudah saya awali dengan suatu perbuatan yg baik, mungkin akan seterusnya baik2 saja.
Saya sangat senang bias membantu seseorang, apalagi dia adalah seseorang yang istimewa bagikku. Walau dia dapat dikatakan agak jauh, tapi dia tetap permaisuriku. Hari ini sya banyak kegiatan di sekolah, karena sudah lama tidak ke sekolah karena sedang. Prakerin, saya merasa was2. Karena rambut saya sudah panjang, dan belum potong. Semoga jangan di habisin di sekolah, Amin.®
Dari pagi hari sudah duduk di depan koputer, samapi mataku pedes. Tapi asyik juga bias nyambil online, untungnya Pak Deli (Pembimbing Lab.Kom), sering keluar, jadi saya bias online dengan lepas. Sudah siang, aku ada janji dengan teman2ku. Semua awalnya berkata “ya, saya pasti datang”, tapi apa? Mereka semua tak day g datang, hanya Taufik (One of My Friend) dan Chamid Teman satu setempat tinggalku. Apa mungkin memang hari itu hari apesku ya? Apapun tiu, aku syukuri, untung ada seseorang yang selalu ada dlm saat2 yang menjengkelkan itu. Ya benar, A***n, dia selalu ada dlm hidupku. Walau dia akan menghadapi tes Mid Semester, tapi entah kenapa dia sempat meluangkan waktunya untukku.
Itulah kejadian2 yang ada dalam hidupku hari ini. Semua itu tanpa rekayasa, dan nyata memang terjadi. Dan satu hal yang tidak dapat saya lupakan adalah, “90 % dari keberhasilan manusia adalah dipengaruhi oleh SIKAP manusia itu sendiri, tapi keberhasilan dan kesuksessan merupakan rahasia-NYA, kita tidak dapat mengubahnya keciali dengan USAHA dan SIKAP yang baik. Maka apapun itu harapanmu gapailah dengan USAHA dan SIKAP yang sportif.
Wassalamuallaikum…..

Senin, 30 Agustus 2010

Stasiun oleh Putu Wijaya

Judul : Stasiun
Oleh : Putu Wijaya



Novel karya Putu Wijaya ini berkisah tentang keterasingan manusia yang merasa disisihkan oleh masyrakat. Adalah seorang selalu berumur, setelah menyaksikan pemandangan kota pagi hari merasa harus berangkat. Ia naik bemo, ia berkhayal bahwa dirinya sedang antri untuk membeli karcis, tangannya yang terkepal menyebabkan ini ia dituduh mencopet, akhirnya ia ditembak hingga tembus oleh seorang tentara.
Kini lelaki tua itu sudah sampai di stasiun yang sebenarnya. Kejadian antri karcis, dimana ia dituduh mencopet dan ia ditembak polisi tadi hanyalah lamunan/khayalan saja. Di stasiun itu, ia berjumpa dengan seorang wanita. Mereka berbncang-bincang dengan sangat akrab seolah-olah orang sudah lama kenal.
Tengah malam, kereta memasuki sebuah stasiun. Seorang perempuan gila masuk ke bawah kereta. Untuk mengeluarkannya, seorang pegawai kereta menariknya keluar. Akhirnya si pegawai itu sendiri yang harus dikeluarkan karena dianggap berubah ingatan.
Berbawai peristiwa unik dialami lelaki tua itu. Berbagai pikiran dan khayalan berkecamuk dalam dirinya. Orang tua itu pingsan akibat udara sesak di dalam kereta. Penumpang ribut, lalu mereka memecahkan kaca jendela. Tepat saat itulah lelaki tua yang pinsan itu siuman.Karena suasana kereta yang semrawut dan gangguan pikiran, lelaki itu mual dan ingin muntah. Ia ingin buang hajat. Maka ia berusaha menuju ke gerbong peterusan. Tetapi sebelum mencapai gerbong itu, lelaki itu terberak di celana. Kemudian ia menyingkir ke gang pintu kereta. Di gang itulah ia bertemu dengan lelaki muda bernama Joni. Dan di gang itu pulalah Joni berhasil memperkosa lelaki tua itu.
Kereta api ahirnya sampai di stasiun. Para penumpang turun. Pikiran lelaki tua itu mengembara ke mana-mana. Akhirnya ia sering berada di warung kopi dekat kereta api. Kebiasaan ini membuatnya lupa dengan anak dan istrinya. Orang tua itu asyik dengan pikirannya sendiri, sementara keluarganya tidak pernah dihiraukan lagi. Suatu ketika ia bertengkar hebat dengan istrinya, dan akhirnya ia nekad bunuh diri di kamarnya.
Dalam keadaan terluka, ia melihat gelandangan mati di stasiun. Istri gelandangan tidak mau suaminya dibawa ke fakultas kedokteran. Ia ingin menguburkan suaminya secara wajar. Ternyata ia berubah pikiran. Mayat suaminya mau dijualnya. Namun akhirnya ia menyerahkan mayat suaminya tanpa meminta imbalan.
Setelah menyaksikan peristiwa itu, si orang tua pulang. Di rumah, ia justru menyaksikan mayatnya sendiri yang tak mau diakuinya. Dia kembali ke stasiun. Di kantor stasiun, ia diinterogasi. Ia dituduh mencori kopor, dan setelah bersumpah bahwa ia tidak mencuri, ia dibebaskan. Ia kemudian membeli tiket dan siap menunggu kereta untuk melakukan perjalanan

Cinta Tanah Air

Judul : Cinta Tanah Air
Oleh : Nur Sutan Iskandar



Cinta Tanah Air adalah novel karya Nur Sutan Iskandar. Novel ini pertama kali terbit tahun 1944. Jika dicermati, novel ini merupakan propaganda Jepang yang hampir tidak terlihat nilai sastranya. Berikut adalah ringkasan novel tersebut
Amiruddin, pemuda berumur 24 tahun datang dari Bandung ke Jakarta untuk melihat pasar malam. Dalam perjalanan ke pasar malam dalam trem ia berjumpa dengan seorang gadis manis yang sangat menarik hati Amiruddin. Lamunan Amiruddin tetap kepada wajah wanita itu selama perjalanan menuju pasar malam.
Lambat-lambat Amiruddin memasuki pintu gerbang pasar malam sambil membaca beberapa semboyan yang menarik. Di antaranya semboyan yang menyatakan keteguhan penjagaan tentara Dai Nippon di Pulau Jawa.Amiruddin masuk ke tempat hasil bumi dan hasil kerajinan anak negeri dalam pameran tersebut. Ia berjumpa dengan sahabat lamanya, Haryono. Di saat yang sama, tiba-tiba Amiruddin berjumpa dengan gadis yang dilamunkannya ketika kebetulan sama-sama membeli sapu tangan. Dalam pada itu Amiruddin berkenalan pula dengan teman akrab ayahnya bernama Suwondo.
Di Jakarta Amiruddin bermalam di penginapan Asia di Senen. Karena itu ia menyempatkan diri berkunjung ke rumah Suwondo.
Ketika Amiruddin berkemas hendak pulang ke Bandung dilihatnya sapu tangannya telah tertukar dengan nama Astiah, gadis manis yang selalu terbayang di matanya. Segera ia pergi ke Bungur mengembalikan sapu tangan itu. Suwondo dan istrinya telah memahami hubungan anaknya dengan Amiruddin.
Amiruddin telah tiba kembali di Bandung. Dengan gembira ia disambut adiknya. Bungkusan kiriman istri Suwondo diberikannya kepada ibunya. Ibu Amiruddin sangat gembira menerima kiriman dari sahabatnya itu. Amiruddin pun tak terkira senang hatinya karena ia juga mendapat sepucuk surat dari Astiah beserta sapu tangannya yang tertukar, tanda hubungan cinta kasih mereka telah terpadu.
Hubungan akrab antara keluarga Suwondo dengan keluarga Amiruddin pun terjalin baik setelah mereka berkunjung dan berjumpa dengan Nyi Zubaidah, ibu Amiruddin. Lebih-lebih lagi hubungan Amiruddin dengan Astiah.
Sementara itu suasana perang makin terasa. Amiruddin hampir tak ada kesempatari memikirkan kekasihnya. Pikirannya tercurah kepada mempertahankan tanah air. Amiruddin, Haryono, dan kawan-kawannya bermaksud menjadi pasukan pembela tanah air. Hanya karena desakan ibunya ia menyempatkan untuk memadu pertunangan dengan Astiah.
Meskipun Amiruddin hendak maju ke medan perang rupanya tidaklah menjadi penghalang cinta kasihnya terhadap Astiah, karena Astiah pun ingin juga berbuat demikian, maju ke medan perang berjuang sebagai juru rawat.
Beberapa hari sebelum mereka menuju medan perang, Amiruddin dan Astiah melangsungkan pernikahan dengan upacara sederhana tapi berkesan, Nyonya Suwondo dan Nyi Zubaidah merelakan keduanya berangkat ke medan perang setelah anak dan menantu ini berpamitan untuk melaksanakan bakti mereka atas Cinta Tanah Air.

29 Agustus 2010

Hari hari yang melelahkan, tapi “InsyaAllah” menghasilkan pahala yang banyak, Amin. Karena tadi malam saya tidur di Masjid, dan membangunkann orang2 untuk sahur. Sudah tidur dilantai, dingin, banyak nyamuk pula. Tp ga’ papa, itu salah satu mencari ridho Allah jugakan?
Mengenai seseorang yg saya kagumi, sy merasa senang, karena sejak pagi tadi dia bercanda denganku. Sampai saat inipun dia masih. Walau hanya lewat sms. Bahkan dia bercerita tentang dirinya, dia berkata kalau dia barusaja sembuh dr sakitnya. Mengenai dia cukup jgn kebanyakan, hehehe…..

Sabtu, 28 Agustus 2010

Diariku 27 Agustus 2010

Hari ini dia tidak mengomentari semua perkataan saya, malah seolah dia mengacuhkanya. Mungkin ada perkataan saya yang tidak enak dihatinya, atau mungkin karena dia tak sempat membalasnya. Tapi setidaknya ia memberitauku mengapa dia begitu.
Hari ini saya banyak mengalami peristiwa2 yang mengejutkan, itu salah satunya. Mungkin karena dia sibuk atau to do something. Tapi apapun itu, dia tetaplah yang kurindukan keberadaanya. Dan karenamu, aku juga ingat sesuatu, bahwa “betapa kau indah diciptakan oleh-Nya.

Senin, 23 Agustus 2010

TAK PUTUS DIRUNDUNG MALANG Oleh Sutan Takdir Alisyahbana

Judul    : TAK PUTUS DIRUNDUNG MALANG
Oleh    : Sutan Takdir Alisyahbana
Roman karya Sutan Takdir Alisyahbana ini pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Balai Pustaka tahun 1929. Roman ini berkisah tentang sebuah keluarga yang selalu dirundung kemalangan. Novel yang bersetting daerah Bengkulu ini secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut.

Kehidupan Syahbudin dengan dua anaknya selalu tak berkecukupan. Mereka sangat miskin. Kemiskinan itu semakin menjadi-jadi ketika rumah yang mereka tinggali bersama istri dan dua anaknya Mansur (8 tahun) dan Laminah (7 tahun) terbakar. Karena tak tahan menanggung penderitaan, istri Syahbudin meninggal. Mereka bertiga lalu membanting tulang dari pagi hingga petang untuk mencari pengisi perut. Mata pencahariannya kini adalah mencari durian dan ranting-ranting kayu yang lalu dijualnya ke kota.Beberapa bulan kemudian kemalangan pun menimpa kedua kakak beradik itu lagi. Dengan tak disangka-sangka sama sekali, ayahnya jatuh, sehingga mengantarkannya ke alam baka. Sesudah ayahnya meninggal kedua anak itu diasuh oleh bibinya. Mula-mula suami bibinya amat sayang kepada mereka berdua. Namun tak lama. Malang, pamannya berubah sifatnya, sehingga kedua anak itu selalu menerima caci maki dan sumpah serapah.
   Untuk melepaskan diri dari kekangan paman yang sudah mulai ganas itu, Mansur dan adiknya pergi ke Bangkahulu. Mereka mencari pekerjaan. Mereka berfikir, bagaimana pun juga kehidupan mereka tak hendak digantungkannya kepada orang lain. Akhirnya di kota itu mereka mendapat pekerjaan di sebuah toko roti.Tak berapa lama mereka menjalankan kewajibannya, kemalangan datang pula, menimpa mereka. Laminah mendapat gangguan dan hinaan dari teman kerjanya. Mereka terpaksa keluar dari toko itu untuk mencari pekerjaan lain.Setelah berusaha dengan susah payah, Mansur mendapat pekerjaan juga di sebuah toko Jepang. Di sana temyata tidak lama bekerja. Sebab ia dituduh mencuri uang majikannya. Atas putusan hakim Mansur yang tak bersalah dijatuhi hukuman dan harus menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan.
Berita yang menyedihkan itu sampai juga ke telinga Darwis yang mempunyai niat jahat kepada Laminah di toko roti dulu. Dengan paksaan dan ancaman yang keras, Laminah digagahinya. Hilanglah kini mahkota yang selama ini dipertahankannya. Akibat malu dan takut kalau hal itu terdengar kakaknya, malam itu juga Laminah menceburkan diri ke laut, tepat pada saat ombak dan badai sambung-menyambung.
Mansur sudah bebas dari hukumannya. Tuduhan yang dialamatkan kepadanya tak terbukti. Kabar tentang adiknya memang telah sampai kepadanya, namun belum jelas baginya. Agaknya dia sudah merasa putus asa dan bosan hidup tak henti-hentinya dirundung malang itu. Ia ingin juga menceburkan diri ke tengah laut, meniru dan mengejar adiknya yang kini telah tenang di alam baka.
   Pada waktu kapal yang ditumpanginya akan berangkat, sesudah muatan-muatan berangkat semua, tak disangka-sangka sama sekali, kakinya tergelincir. Dan jatuhlah ia berguling-guling masuk ke dasar lautan. Tak perlu pertolongan baginya, sebab Mansur sudah hilang ditelan keganasan ombak yang deras.***

Rabu, 11 Agustus 2010

Mahkota Cinta oleh Habiburrahman El Shirazy

       Novel islami yang berjudul Mahkota Cinta ini menceritakan tentang perjalanan panjang seorang Ahmad Zul dalam mencari jati diri, kehidupan, dan cinta. Seorang zul dia memulai perjalanan dari semarang sebagai tempat lahirnya menuju ke jakarta, dari Jakarta menuju batam, dari batam menuju Malaysia, dan kembali lagi ke Yogyakarta.Dalam perjalanan ke Malaysia zul bertemu dengan siti martni, mereka ngobrol selama perjalanan, siti martini menceritakan pada zul perjalanan pahitnya ketika dia tahu bahwa suaminya itu adalah orang yang sangat berengsek dan menipu dia. Selama perjalanan zul; merasa mendapat petunjuk soalnya dia ga tahu harus ngelakuin apa. Dia belum pernah ke Malaysia makannya dia ga tahu tempat disana.
Sesampainya di Malaysia, zul bingung harus kemana dia tidak punya tujuan yang pasti, dia coba nelepon pa rusli orang yang disanrankan pak Hasan yang harus ditemui zul, tapi ga diangkat-angkat. Akhirnya siti martini mengajak zul ke rumahnya untuk menginap semalam ataudua malam sebelum dia ketemu sama pa rusli dan zul pun menyetujuinya.Mereka langsung menuju rumah mari, sesampainya di rumah mari zul disambut oleh teman-teman mari. Malam itu jul tidur di rumah mari, keesokan harinya zul pergi meninggalkan rumah mari karena ingin menghindari Linda sekalian mencoba menghubungi
       Setelah selesai makan Zul memutuskan pergi jalan-jalan keluar ke pusat kota, karena dia merasa tidak akan kua imannya jika terus bersama linda di rumah itu. Zul langsung keluar dari rumah itu dan meninggalkan Linda sendiri. Dari Subang Jaya zul menggunakan bus Rapid KL menuju terminal KL Sentral, di sana zul merasa bingung lalu dia berinuisiatif menghubungi Pak Rusli dan akhirnya dia dapat menghubungi pa Rusli, zul mengutarakan maksud dan tujuan dia dating ke Malaysia dan menghubungi pak Ruslipun karena pemberitahuan pak Hasan waktu zul berada di Batam. Dari Rapid KL jul menuju KTM dan turun di Mad Valley untuk bertemu dengan Pak Rusli.
       Setelah sampai di Mad Valley Zul bertemu dengan pak Rusli dan mereka berbincang-bincang mengenai maksud dan tujuan Zul, disana zul di beri pengarahan dan arahan oleh pak Rusli untuk bias melanjutkan sekolah S2 di Universitas Malaya. Zul merasa bahagia sekali dan sangat bersemangat untuk menempuh hidup barunya, mereka mengelilingi Universitas Malaya untuk melihat-lihat dan mereka shalat ashar dulu di mesjid Akademi Pengajian Islam setelah itu pak rusli mengantarkan Zul bertemu dengan teman-temannya yang dari Indonesia.
       Setelah beberapa lama mereka turun dari mobil, pak rusli dan zul langsung menuju sebuah apartemen tempat mahasiswa dari Indonesia yang akan dikenalkan pak rusli kepada Zul, sesampainya di apartemen itu zul disambut dengan ramah oleh penghuni rumah yaitu Sugeng, Yahya, Arif, Rizal, dan pak Muslim. Semua teman-teman barunya menceritakan latar belakang mereka yang dengan penuh susah payah berjuang hanya untuk meneruskan pendidikan mereka. Setelah beberapa lama penghuni flat itu kumpul semua, mereka memberikan semangat yang besar kepada zul untuk terus melanjutkan kuliahnya bahkan Yahya menawarkan zul untuk tinggal disana dan sekamar bareng sama Yahya, tak ada keraguan bagi zul untuk menolak tawaran tersebut dan akhirnya zul memutuskan untuk tinggal di flat tersebut bersama yahya dan teman-teman yang lainnya.
       Dengan perasaan lega karena Zul sudah diterima oleh teman-teman barunya pak Rusli memutuskan uytuk pulang dan pak Ruslilangsung pamitan kepada semuanyya. Malamnya zul merasa punya semangat dan saran serta dorongan dari teman-temanya untuk bias menentukan langkah selanjutnya. Semua yang ada di rumah itu ingin memberikan bantuan semampunya.Sugeng menawarkan diri untuk membantunya mengurus pendaftaran di UM. Karena Zul masuk ke Malaysia tanpa single entry maka urusan imigrasi pasti akan sedikit ada masalah. Rizal yang sudah punya pengalaman dalam masalah ini bersedia mendampingi Zul jika nanti harus berurusan dengan masalah visa. Yahya dan Arif akan membantu mencarikan Informasi kerja. Dan Pak Muslim, yang paling tua di rumah itu, menawarkan sepeda motornya jika akan digunakan Zul selama Pak Muslim melaksanakan penelitian di Sabah pak muslim menyarankan supaya zul dafar saja terlebih dahulu.
Sesudah itu zul menyetujui saran dari teman-teman barunya, dan zul memutuskan untuk kuliah di UM mengambil jurusan psikologi pendidikan, fakultas pendidikan. Keesokan zul mengurus berkas-berkas lamarannya ke UM di damping sugeng selama dua hari zul bolak balik kesana kesini menguruskan berkas dan berkasnya telah beres. Zul tinggal menunggu panggilan dari Universitas Malaya.
       Selama menunggu panggilan dari UM Zul memutuskan untuk mencari kerja supaya bias mendapatkan uang ntuk pembayaran biaya kuliah jika dia bias diterima di UM. Setelah itu rizal mengajak zul untuk bekerja dengan semangat zul menerima ajakan rijal bekerja, mulai saat itu zul bekerja dengan penuh semangat bagaikan tanpa lelah terus bekerja setiap hari sampai malam, teman-temannya sangat senang melihat semangat zul untuk bekerja demi mendapatkan uang untuk kuliah.
       Suatu hari ia ingat bahwa barang-barang yang dibawanya dari Indonesia masih tertinggal di rumah Mari dan zul hanya bisa mengirim SMS kepada Mari.Dalam SMS itu ia mengatakan sebagai adik Mari. Karena ia merasa Mari memang tepat dijadikan kakaknya. Dan saat bertemu untuk pertama kali ia merasakan Mari begitu baik. Dan seolah Mari menganggap dirinya sebagai adik.Smsnya itu langsung dibalas oleh Mari,Ia bahagia sekali membaca SMS itu. Ia merasakan bahwa Mari memang orang yang tulus. Menolong dirinya tanpa pamrih apapun. Terkadang terbersit dalam pikirannya andai saja Mari masih gadis dan umurnya lebih muda darinya. la merasa bisa jatuh cinta padanya. Cepat-cepat ia menepis pikiran yang tidak-tidak itu. La lalu menjawab pertanyaan Mari. Suatu hari datanglah surat keterangan dari Universitas Malaya yang meyatakan bahwa Zul diterima di sana. Selama tiga bulan Zul bekerja mati-matian untuk dapat menghidupi kehidupan dan dapat membayar uang registrasi kuliah.Perkuliahanpun dimulai, zul sudah mendapatkan jadwal aktif kuliah, dia harus bias menyesuaikan waktu untuk kuliah, belajar, dan bekerja. Tak terasa satu semester telah dilewati Zul dengan penuh semangat dan harapan. Malam itu Kuala Lumpur hujan deras tengah malam zul bangun dari tidurnya, dia muhasabah diri mengingat hal-hal yang penah ia lakukan dulu.
      Pagi harinya zul ingin bersilaturahmi kepada Mari dan akhirnya dia pergi kerumah mari , sesampainya di rumah mari zul kaget karena melihat mari sedang mau diperkosa oleh Warkum yang merupakan mantan suami mari. Dengan segera zul memukul warkum sampai warum merasa kesakitan dan minta maaf. Warkum langsung pergi setelah diancam oleh Zul. Setelah kejadian itu mari sangat berterimakasih pada zul, bahkan mari rela melakukan apapun demi zul, akhirnya zulpun pergi meninggalkan mari dengan membawa barang-barangnnya.Zul mondar-mandir di ruang tamu, semua penghuni flat itu sudah tidur. Zul selalu membayangkan kejadian tadi siang yang dia alami, wajah mari selalu terbayang di ingatan zul. Ia sadar bahawa dia sudah dewasa tapi ia bingung harus berbuat apa, seandainya ia menikahi mari ia takut kuliahnya tidak beres, tapi kalau tidak begitu dia juga tidak tahu harus berbuat apa. Dia mencoba bertanya pada yahya dan yahyapun memberi saran pada dia, kalau memang zul sangat mencintainya lebih baik zul menikahinya dengan catatan kuliah harus sampai beres.
       Dua bulan berlalu setelah yahya mengajak zul berbicara dari ahti kehati dengan harapan semangat zul kembali pulih tetapi sayangnya zul masih saja murung dan banyak melamun dia tidak semangat dalam bekerja, berusaha dan belajar. Melihat sikap zul yang seperti itu Pak Muslim selaku orang yang paling tua di flat itu memanggil zul dan memberikan tiga pilihan pada zul, yang pertama zul harus melupakan mari dan konsentrasi pada kuliahnya, yang kedua zul harus menikahi mari tetapa kuliah juga harus tetap jalan, dan yang ketiga pak muslim membebaskan zul untuk hidup sesukanya dengan syarat tidak boleh tinggal di flat itu. Akhirnya zul memilih saran yang kedua, keesokan harinya zul siap berangkat ke rumah mari dengan tujuan untuk melamar mari dan diantar pak Muslim.
      Sesampainya di rumah mari zul sangat terkejut karena rumah itu telah kosong, zul dan pak muslim bertanya pada tetangga rumah itu dan tetangga itu menunjukan Koran yang Menyatakan bahwa penghuni rumah itu semuanya di tangkap polisi karena melakukan praktek prostitusi, zul sangat kecewa dengan berita itu dan akhirnya mereka pulang lagi ke flat mereka dengan hati zul yang sakit.Dengan kejadian itu zul semangat lagi untukj melanjutkan kuliah dan bekerja, seisi flat itu senang melihat semangat zul kembali pulih. Zul dengan penuh semangat melanjutkan kuliah dan akhirnya dia sebentar lagi dia akan menyandang gelar M.Ed. (Master Education). Waktu terus berjalan dan zul pun mendapat kebingungan antara melanjutkan kuliah S3 atau pulang ke Indonesia untuk mencari kerja, dia pergi ke rumah yahya dan menceritakan kegelisahannya pada yahya. Dengan penuh kesabaran yahya selalu menasehati zul dan memberikan arahan-arahan kepada zul untuk megambil keputusan yang terbaik.Yahya menyarankan zul untuk segera menikah dan yahya mengenalkan zul pada seorang wanita teman istrinya yang merupakan seorang dosen namanya Prof. Madya Datin Laila Abdul Majid, Ph.D. Dia menyelesaikan S.2 dan S.3-nya di Birmingham. Zul sangat terkejut dan senang seandainya dia jadi menikah dengan wanita itu, tapi sayang wanita itu sudah dijodohkan oleh keluarganya.
       Setlah itu zul pulang dengan naik bus mini kuning ke Hentian Kajang, sebelum naik bus mini zul bertemu dengan sumiyati yang dulu pernah bertemu di SUbang Jaya di rumah Mari, sumiyati menceritakan apa yang terjadi pada mereka di rumah itu dan kahirnya zul baru mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, zul merasa sangat bahagia mendengar cerita itu.Keesokan harinya yahya menghubingi zul dan mengasih tahu bahwa datin laela sudah di jodohkan dengan orang lain, zul sangat kecewa tapi di balik itu yahya memberikan kabar yang cukup menggembirakan bahwa di Indonesia tepatnya UNY (Universitas Yogyakarta) ada lowongan jadi Dosen S2 jurusan Sosiologi Pnedidikan. Zul memutuskan untuk langsung pulang dan melamar pekerjaan disana.Tiga hari kemudian zul langsung pulang ke Indonesia menuju bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan ia dijemput oleh Pak Muslim. Sesampainya di bandara zul bertemu dengan Pak Muslim dan pak Muslim mengajak zul kerumahnya, di rumah pak Muslim Zul menceritakan perjalanan hidupnya setelah Pak muslim pulang ke Indonesia.
      Besoknya pak Muslim mengantarkan zul untuk memasukan lamaran pekerjaan ke UNY, sesudah itu pak Muslim bertanya pada zul apakah zul belum berencana menikah, dan pak Muslim mau mempertemukan zul dengan teman istrinya, pak Muslim menjelaskan bahwa teman istrinya itu sangat baik. Zul menurut saja dengan apa yang disarankan pak Muslim, yang bernama Agustina Siti Mariana Maulida, M.Ec.
Waktu terasa cepat berlalu dan akhirnya saat yang di sarankan pak Muslim untuk bertemu dengan Agustina tiba, setelah solah isya zul dan pak muslim langsung ulang kerumahnya dan ternyata istrinya Pak Muslim dan Agustina orang yang akan dikenalkan dengan zul sudah berada di rumah pak Muslim. Waaku itu zul sangat terkejut karena yang dia lihat adalah Mari orang yang ia cintai waktu di Subang Jaya Malaysia.
Malam itu adalah malam yang sangat bersejarah dan membahagiakan bagi Zul dan Mari. Mereka sepakat untuk menikah secepatnya. Dan dua minggu setelah itu mereka mengikrarkan akad nikah di Sragen. Di desa kelahiran Mari. Selanjutnya mereka hidup bersama dalam kesucian. Dan beribadah bersama, saling mendukung dan menguatkan, sujud bersama dalam bingkai mahkota cinta yang terbangun indah di atas mahligai iman dan takwa.

Selasa, 10 Agustus 2010

Sebuah Lorong Di Kotaku (NH Dhini)

         Kehidupan sewaktu kecil Nh Dini memang terisi dengan sebagaimana mestinya. Hidup dengan kedua orang tua dan keempat saudara kandungnya, Dini melewatkan masa-masa kecil dengan berbagai hal baru yang belum banyak diketahui olehnya. Hal baru yang akan menuntunnya lebih jauh ke depan.
Ketika itu adalah musim penghujan yang mempengaruhi keadaan sekitar halaman rumah keluarga Dini. Ayam-ayam peliharaan tidak memiliki kesempatan berjemur seperti hari-hari yang lain karena menghilangnya matahari. Jadi untuk mengisi kegiatan, ada beberapa ekor yang keluar kandang untuk mencari keong-keong kecil. Tapi ada juga yang sampai masuk ke dalam ruangan makan, entah apa yang akan diperbuat, hingga akhirnya diketahui orang rumah dan disusul dengan usiran marah.
       Sedangkan di dapur, satu ekor ayam yang bernama Blirik dengan enam anaknya yang kuning bersih selalu rajin mengunjungi Bu Salyo, yang cukup dipanggil Ibu oleh keluarganya.Setiap kali ada telur yang menetas, Ayah atau bapak lima anak dari keluarga Dini selalu memisahkan induk ayam dengan anaknya. Jika musim mendukung, tiga sampai empat induk akan memisahkan telur-telurnya.
Pagi itu adalah suasana seperti pagi-pagi yang telah lewat sebelumnya. Seluruh kakak-kakak Dini; Heratih, Nugroho, Maryam, dan Teguh telah berangkat sekolah dan Ibu duduk di sudut ruang makan menunggu Embok Blanjan, seorang perempuan penjual sayuran dan bahan makanan lainnya. Penjaja itu juga selalu membawa berbagai jajanan, makanan asin atau manis yang sedap lezat dibungkus rapi dengan daun pisang, dan kali ini Dini lebih memilih Tiwul, yakni makanan kecil yang terbuat dari ubi.Setelah Embok Blanjan mengemasi dagangan, maka dimasukannya kembali dagangan itu ke dalam bakul atau ke atas tampah, lalu dia pamit dengan sopan.Karena di belakang rumah sedang banjir disebabkan hujan yang sangat lebat, maka dengan tidak sabar Dini langsung menyatakan keinginannya untuk turut menyerok ikan bersama Ayah, walaupun pada akhirnya Ibu sama sekali tidak menyetujui.
           Kebun belakang rumah yang luas saat itu tergenangi air cokelat, dan tidak dapat diperkirakan berapa meter tingginya. Pohon kluwih, mangga lalijiwo, pohon mangga biasa, dan kedondong seperti mengapung lalu tiba-tiba muncul dari garis permukaan air, sedangkan pohon pisang yang paling banyak tumbuh dan tersebar di segala penjuru kebun, batangnya berjuluran. Tidak hanya itu, kandang itik pun turut tenggelam pula. Untung saja Ayah membuat atap kandang itu lebih tinggi hampir menyentuh atap dapur. Di dalamnya Ayah juga membuat sangkar yang bertingkat-tingkat agar ada bagian kering untuk tidur atau bertengger, tetapi yang masih bisa dicapai oleh itik-itik itu.Tentu saja itik-itik itu merasa sangat berbahagia, bisa hilir-mudik berenang dalam kandangnya, walaupun ada juga yang mencocok-cocok bambu seakan berusaha untuk keluar.
Di sisi lain dari panorama tersebut, Dini lebih menyukai berada di dalam rumah, biasanya untuk bermain-main dengan anak pembantu sebaya di bawah sebuah meja bilyar di tengah pendapa, bertudungkan kain batik tua yang menutupi meja bilyar, dengan ujung-ujung kain yang saling berkaitan. Dan itulah waktu-waktu panjang yang telah Dini lalui kala menunggu ayah dan kakak-kakaknya pulang.

Suasana makan di rumah keluaraga Dini memang berjalan dengan sangat teratur, tidak boleh banyak berbicara dan makanan harus dinikmati dalam diam. Mengunyah juga harus dengan lambat, tanpa suara dengan mulut tertutup. Selain itu, jika makan menggunakan tangan, mereka harus mencuci tangan terlebih dahulu.Dan pada suasana makan itulah, Ayah tiba-tiba memutuskan bahwa mereka akan berkunjung ke desa, rumah dari orang tua Ayah saat liburan sekolah di suatu kesempatan. Liburan ke desa yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga di depan mata. Untuk mempersiapkan semua itu, Ibu membawa makanan secukupnya, yang setidaknya harus cukup untuk kebutuhan keluarganya. Beliau kurang setuju kalau membeli makanan di perjalanan, kecuali buah-buahan atau jenis makanan khas dari daerah tertentu. Alasannya sederhana. Selain soal keuangan, makanan dari luar tidak akan menjamin kebersihan.Begitu juga dengan kebutuhan sederhana untuk sehari-harinya. Ibu harus menyiapkan pakaian, sabun cuci, sabun mandi, dan yang terpenting adalah obat gosok gigi, karena walaupun makanan di desa berlimpah, tapi kebutuhan sesederhana itu tampaknya sangat sulit dibeli.
            Stasiun Tawang adalah tempat pertama kali yang harus dituju sebelum memulai perjalanan dengan menggunakan kereta. Setelah melewati pintu masuk, mereka pun mencari kereta yang bersangkutan. Untunglah kereta itu berada di rel sepur pertama tepat di depan pintu gerbang. Kemudian setelah semuanya naik, kereta akhirnya berangkat juga. Mereka siap menuju Tegalrejo, desa dari kakek Dini, Nugroho, Maryam, Heratih, dan Teguh.Perjalanan yang panjang saat itu membuat Dini terbangun dari tidurnya ketika kereta berhenti di suatu tempat yang bernama Kedung Jati. Lalu setelah lama beristirahat di sana, untuk selanjutnya kereta memulai perjalanannya lagi dan sampai di Surakarta. Mungkin tidak ada pilihan lain selain turun untuk ganti kereta. Kereta menuju Madiun baru akan berangkat dua setengah jam lagi. Oleh karena itu, Ayah telah mengusulkan pada Ibu agar anak-anaknya diberi makan terlebih dahulu. Untung saja setelah makan dan kemudian menuju ke peron untuk naik kereta, mereka menemukan kereta yang cocok untuk berangkat ke Madiun.
          Tiba di Madiun, mereka lalu turun. Seorang pemuda yang kelihatannya sebaya dengan Heratih namun lebih tinggi kemudian menjemput mereka. Dini baru tahu kalau ia adalah Paman Sarosa yang memang adalah pamannya sendiri. Tapi tampaknya usianya memang hampir sama dengan Heratih.Setelah dilanjutkan dengan andong, mereka beriring-iringan menuju stasiun bis yang akan membawa mereka sekeluarga sampai ke Gorang Goreng. Saat itu matahari hampir terbenam, walaupun udara masih cukup terang.Jalan sepanjang Tegalrejo ternyata cukup menyulitkan. Banyak lubang-lubang bekas genangan air hujan, batu-batu gunung, ataupun tumbuh-tumbuhan berduri di sekitarnya. Tapi itu semua tidak cukup menghalangi mereka untuk cepat-cepat bertemu dengan kakek maupun nenek sebentar lagi.
Sesampainya di rumah kakek, hari sudah mulai gelap. Kakek yang sedang duduk bersila di atas amben rendah, bertumpu pada beberapa bantal di sampingnya. Dengan ditemani tiga orang di depannya, beliau berbicara dengan suara rendah di ruangan yang diterangi oleh lampu minyak. Saat itulah, seluruh keluarga Dini saling bergantian bersujud dan sebagai gantinya kakek balas mencium dahi mereka.
            Menjelang malam hingga paginya Dini dan keluarganya tidur di amben rendah yang memenuhi sebuah bilik. Lapisan yang ada di atasnya tipis dan rata, sehingga tidak menyebabkan sakit punggung.Berbicara tentang kakek, beliau adalah seorang Kyai yang akrab dipanggil sebagai Kyai Wiryobesari. Para muridnya dibantunya belajar mengaji serta berpikir dengan dasar kebajikan yang diajarkan Tuhan.Selama di desa, Dini mengakui kalau ia lebih sering berada bersama nenek atau Paman Sarosa. Karena bersama mereka, berarti                   Dini akan lebih sering berada di dapur atau di kebun. Suatu malam, Ibu menceritakan tentang segala kebiasaan kakek. Kata Ibu, kakek lebih banyak makan buah dan sayur daripada nasi dan lauk daging maupun ikan. Setiap pagi, di atas dingklik yang tersedia di samping bantal-bantal di amben tempat duduknya, selalu ada cangkir besar dari panci yang berisi susu sapi atau kambing, tergantung pada hasil pemerahan susu dari ternak sendiri. Di sana juga ada sebuah keranjang anyaman yang penuh dengan buah-buahan.Kadang-kadang pada waktu tertentu, kakek menyendiri dalam sebuah bilik, tanpa serberkas cahaya apapun. Di sana dia tinggal selama empat puluh hari empat puluh malam, hidup hanya dari secangkir susu setiap minggu. Lalu empat puluh hari lainnya, hidup seperti biasa, tetapi tetap tanpa nasi. Selama itu, kakek hanya makan buah-buahan. Tapi, walaupun begitu, kakek sangat tahu menjaga diri. Puasanya selalu diatur agar kebutuhan jasmani akan gizi dapat terpenuhi. Beliau juga patuh mendengarkan nasehat saudara-saudara atau muridnya yang menjadi dokter. Oleh sebab itu, kesehatan badan kakek selalu terjaga. Badannya yang kurus dan tipis itu tidak kering. Pandangannya masih tajam, begitu pula dengan pendengarannya.
          Beralih ke Paman Sarosa. Suatu hari, paman mengajak Dini untuk menunjukkan betapa besarnya sawah yang mereka miliki. Beliau mengajak Dini ke tengah genangan petak, lalu naik ke atas gubug. Ketika padi mulai terisi, burung-burung berdatangan dengan sendirinya bagaikan diundang. Saat itulah sang penjaga padi mengendalikan alat pangusir burung menurut kemauannya. Selain itu juga, Paman Sarosa membawa Dini ke sebuah sungai yang berair dangkal, kelihatan tenang, dan berair jernih. Pokoknya Paman Sarosa memang membuat Dini jatuh cinta pada desa kakeknya itu. Tapi sayang sekali, semuanya berlalu begitu cepat. Dini dan keluarganya harus menyudahi kesenangannya di desa itu dan berkelanjutan di Ponorogo, tempat orang tua dari Ibu Dini, yang biasanya disapa Pak De atau Bu De.Kakek maupun Nenek sangat jauh berbeda dengan Pak De ataupun Bu De. Bahkan jauh berbeda ditinjau dari segi manapun. Selama tiga hari di Ponorogo, Dini hampir tidak mengira kalau kenangan yang terpaku dalam ingatannya bukanlah keakraban keluarga. Rumah Pak De ataupun Bu De hampir sama seperti rumah orang lain tempat Ayah dan Ibunya berkunjung. Tak ada sedikit pun tanda-tanda bahwa Dini adalah cucu dari si pemilik rumah.
          Akhirnya tiba juga Dini dan keluarganya meninggalkan Ponorogo tanpa suatu penyesalan apapun.Begitu tiba di rumah, yang pertama kali dijumpai adalah suatu kesibukan yang seperti tidak semestinya. Ibu membeli kaleng-kaleng yang bisa ditutup rapat sebagai tambahan yang telah ada, bertumpukan di dalam loteng. Dalam jarak waktu teratur, Ibu memasukkan kerak kering, rengginang, beras, kacang hijau, ikan asin, dendeng, gula, dan kopi ke dalam kaleng-kaleng itu. Dengan teratur pula, Ayah menaikkannya ke ruang di bawah atap.Tampaknya, kata loteng itu bukanlah arti yang sebenarnya. Mungkin di sana tersimpan berbagai barang yang wajib disembunyikan dari pandangan umum. Sejak masa kecil Dini, itu merupakan sesuatu yang penuh dengan rahasia.Setelah beberapa lama sejak kembali ke rumah mereka, kesibukan pada saat sebelum Lebaran tiba, membuat Dini dan kakaknya, Maryam harus mengunjungi rumah kakek lagi. Sementara Ayah, Ibu, dan Heratih akan menyusul setelah mereka.
            Liburan Puasa ternyata membuat Dini menemukan dua orang kawan yang sebenarnya, yaitu Paman Sarosa dan Maryam. Dari pertama kali mengenal paman, ia sama sekali tidak pernah memperlakukan Dini sebagai anak kecil. Sedangkan Maryam membuktikan kalau dia dan Dini lebih sering bersama sejak awal kunjungan mereka ke Ponorogo. Kesempatan tinggal di tempat kakek lebih menunjukkan kesamaan rasa dalam segala hal. Berbeda dengan saudara laki-laki lainnya ataupun dengan Heratih sekalipun. Heratih terlalu banyak menunjukkan sifat keibuan sehingga membuat Dini lebih menganggapnya pamong daripada seorang kawan.Beberapa hari sebelum Lebaran, orang tua dan kakak-kakak Dini yang lain segera menyusul ke rumah kakek. Kesibukan menyambut Lebaran antara lain memetik janur kelapa dan menganyamnya menjadi bungkus ketupat. Sedangkan waktu Lebaran adalah waktu berkunjung. Banyak murid kakek datang bersujud, memohon maaf atas segala kesalahan mereka. Untuk itu, nenek telah menyiapkan makanan secukupnya. Suasana khidmad berganti menjadi meriah karena banyaknya anak-anak yang berkumpul di halaman.
          Bagi Dini, sekolah adalah sebuah tempat yang akan mengurungnya dari pagi sampai siang, tempat yang mengharuskannya duduk tak bergerak di atas bangku sempit dan tinggi. Yang jelas, perasaan khawatir, takut, sekaligus ingin tahu, semuanya bercampur aduk dalam benak Dini saat itu. Tapi itu tidak dapat membuat Dini untuk menghindari sekolah. Hari pertama bersekolah, Dini diantarkan ibunya dengan menggunakan dokar. Sampai di halaman tempat yang membuat Dini ragu-ragu itu, anak-anak yang lain segera berpisahan, mencari kawan-kawan baru mereka. Sementara Ibu menyalami beberapa orang diantaranya, menyorong Dini agar berkenalan dan berbicara dengan anak-anak sebayanya untuk menunggu bel masuk berdentang.
         Akhirnya tiba juga saatnya untuk masuk ke kelas yang baru. Seorang wanita berdiri di depannya, membawa sebuah buku tulis terbuka dan sebuah pensil. Dia memanggil nama anak-anak asuhannya, termasuk Dini. Ketika masuk ke dalam kelas, wanita yang tadi memanggil nama-nama muridnya, kini menunjukkan tempat duduk mereka masing-masing. Bukan bangku tinggi yang sempit, melainkan bangku yang rendah dan seukuran. Melihat itu, Dini seakan mempunyai firasat baru yang menyatakan kalau dia akan senang bersekolah di sana. Dan firasat itu semakin merupakan bujukan nyata saat ia duduk di atasnya.Sepertinya Dini sangat bangga memiliki sekolah yang terletak di tengah-tengah tempat perumahan Pendrikan Tengah yang nyaman. Wanita yang pertama kali ia temui saat mengajar ternyata bernama Bu Sus yang selalu memakai sanggul rambut yang terlalu ditarik ke belakang, tubuh lampai, lebih tinggi dari ibunya tapi suaranya lemah lembut. Begitulah suasana menyenangkan yang dialami Dini saat bersekolah.Namun, pada suatu hari suasana tiba-tiba saja berubah menjadi menakutkan.
           Saat itu adalah sore hari. Setelah beristirahat, Dini bermain-main di belakang rumah bersama anak-anak lain sebayanya. Dan pada waktu itulah mendadak terdengar suara-suara letusan, diiringi raungan sirene tanda bahaya. Maryam langsung menariknya pulang. Seketika itu juga anak-anak lain pun dipanggil oleh orang tua mereka masing-masing.Meninggalkan kampung. Itulah yang pertama kali dikatakan Ibu sambil mengepak beberapa bungkusan serta koper sedangkan Heratih sedang menyumpalkan beberapa pakaian yang baru ditarik dari kain jemuran. Sepertinya tidak ada waktu untuk menjelaskan apa yang terjadi, kecuali kalau Dini dan keluarganya harus mengungsi ke seorang kenalan Ayah di Batan, tanpa Ayah tentunya.Kampung Batan terletak di tepian lain Sungai Semarang yang memanjang di belakang rumah Dini. Menurut pengetahuannya, tidak pernah ada kenalan atau kerabat yang tinggal di sana. Tetapi Ayah mempunyai jalan pikiran lain mengenai hal itu.Ayah sendiri tidak bisa meninggalkan kampung karena harus ada seseorang yang tinggal untuk berjaga-jaga. Siapa tahu ada yang merampok rumah-rumah penghuni lain selagi semuanya pergi. Barangkali itu adalah jalan pikiran yang terbaik, walaupun Dini sendiri tidak begitu suka kalau ayahnya tidak bersamanya.
         Sewaktu menyeberang jembatan, Maryam menunjukkan warna air sungai cokelat dipenuhi limpahan warna kemerahan yang tampak sangat mencurigakan. Mula-mula yang ada dalam pikiran Dini itu adalah darah. Pikiran tentang perang dengan segala kengeriannya membuat pikiran Dini menjadi gelap. Lalu kakaknya menerangkan bahwa itu adalah minyak bakar bercampur air. Mungkin saja di beberapa tempat persediaan bahan bakar Belanda telah dibom atau dihancurkan.Lalu mereka semua naik ke tepian Kampung Batan. Jauh di tengah kampung, Ibu menuju ke sebuah rumah pengungsian dengan emper melonjok ke depan seperti sebuah pendapa, tetapi lebih sempit. Masing-masing keluarga membentuk pojok juga lingkaran sendiri-sendiri dan kemudian berangsur-angsur menjadi penuh. Usai makan, tiba-tiba terdengar tanda bahaya udara. Dari jauh, terdengar pula suara pesawat terbang dan disusul letusan bom. Lalu pesawat lain mendekat, diikuti bunyi gemuruh seperti gunung meletus. Berkali-kali seluruh rumah bergetar karena letusan bom yang jatuh entah di mana. Pokoknya suasana saat itu benar-benar sangat kacau.Setelah beberapa waktu berlalu dalam ketakutan, akhirnya keadaan berubah menjadi sunyi senyap. Jauh sayup-sayup, suara pesawat terbang telah menghilang. Dini sama sekali tidak mempercayai penglihatannya. Kedua matanya tidak bohong ketika melihat orang-orang sekitar, termasuk keluarganya, telah selamat dari bahaya.Dini juga hampir tidak mempercayai pendengarannya saat ia tahu bahwa tempat yang dibom Belanda, bukanlah kampung tempat ia tinggal, melainkan kampung Kembangpaes.
          Sejak saat itu, setiap hari baik siang maupun malam seringkali terdengar serangan. Semua kantor dan sekolah-sekolah ditutup. Tapi keluarga Dini memutuskan untuk tetap tinggal di dalam rumah asal mereka. Karena tidak ada sekolah, Ayah juga memutuskan untuk meneruskan pengajaran anak-anaknya. Setiap hari, Dini patut merasa senang karena Ayah telah mengajarinya mengenal huruf-huruf cetakan, lalu membacanya kata demi kata. Atau juga membantunya menyalin huruf Latin yang telah tersedia.Lalu datanglah hari itu, hari saat Belanda akhirnya meninggalkan kota.
         Saat itu seperti hari kemenangan yang sangat bersejarah. Tanpa membuang waktu, Teguh lalu menghambur menuju Harmoni, sebuah gedung megah berhalaman yang terletak di samping kampung untuk mengambil banyak makanan atau minuman, saat tahu kalau tempat itu sedang penuh dengan rakyat-rakyat kampung yang sedang membutuhkan. Awalnya, Ibu mencegatnya. Tapi itu tidak akan mencegatnya untuk mengurungkan niat.
        Di saat suasana yang lega dan bergembira, tiba-tiba Maryam bertanya siapa yang akan memimpin untuk waktu selanjutnya. Ibu bilang, berikutnya adalah Jepang, yang akan memimpin dengan waktu yang sangat singkat, walaupun tidak ada yang tahu seperti apa bentuk pimpinannya suatu hari nanti.

Rabu, 04 Agustus 2010

Jumat, 30 Juli 2010

Zahra

Judul        : ZAHRA
Oleh        : Aoh Kartahadimadja


Novel ini adalah salah satu karya Aoh Kartahadimadja yang mengisahkan perjuangan seorang arsitek pengairan dalam membuat saluran irigasi di desanya. Saluran irigasi itu dibangun dengan mengeringkan rawa. Betapa keras perjuangan lelaki yang bernama Koswara ini.Dalam membangun saluran irigasi itu, Koswara dibantu oleh mantan kekasihnya yang telah bekerja sebagai inspektur sosial. Wanita itu Sitti Zahra. Dengan demikian, judul novel ini diambil dari nama wanita ini.
Kosawara adalah seorang arsitek pengairan di daerah Banjar, Jawa Barat. Sebelum melaksanakan projeknya, mengeringkan rawa Lakbok sebagai tempat pengairan sawah-sawah di sekitarnya, ia membuat selamatan dengan menanam kepala kerbau. Usaha mulian ini dilakukan agar sawah-sawah milik warga desa mendapat pengairan yang cukup dan hasil panen akan meningkat. Itulah cita-citanya sejak kecil.Karena projek itu, Koswara sering mengabaikan rumah tangga dan keluarganya. Ia jarang memperhatikan Rini, istrinya. Bukan hanya itu saja, seluruh harta bendanya, termasuk perhiasan istrinya habis dijualnya untuk membiayai projek ambisius itu. Tidak hanya itu saja. Persoalan yang sama juga menimpa rumah tangga Karyadi, bawahan Koswara.
Hingga suatu ketika, Koswara menerima surat dari Dapartemen Sosial yang memberitahukan bahwa projek Koswara akan diperksa oleh inspektur sosial. Tentu saja Koswara merasa sangat senang karena projeknya diperhatikan oleh pemerintah melalui Dinas Sosial. Lebih dari itu, kebahagian Karena Inspektur Sosial yang akan berkunjung itu adalah Sitti Zahra, mantan kekasihnya, yang sungguh memahami obsesinya sejak kecil.
Maka pada hari kedatangan inspektur sosial itu, Koswara menjemputnya di Stasiun. Demikianlah, hari-hari Koswara kini kembali bergairah. Ada mantan kekasih yang sungguh sangat memahami obsesinya, ada dukungan moral, dan ada kesempatan mengenang kembali masa-masa indah ketika ia dan Zahra menjalin cinta dulu. Koswara dan Zahra sering jalan bersama. Koswara juga menceritakan keadaan rumah tangganya kepada Zahra. Juga tentang istrinya, Rini, yang kurang menyemangatinya dalam membangun projek ambisius itu.
Hubungan Koswara dengan Zahra akhirnya tercium oleh Rin, isteri Koswara. Tertutup oleh cemburu buta, Zahra dilabrak oleh Rini. Zahra yang dewasa, lebih berpendidikan akhirnya dapat menenagkan Rini. Zahra menjelaskan bahwa hubungan Koswara dengan Zahra hanyalah sebatas hubungan kerja, hubungan sahabat, tidak lebih. Masa indah mereka dulu hanyalah sebuah kenangan, karena mereka masing-masing sudah berkeluarga. Zahra bahkan berhasil meyakinkan Rini bahwa niat suaminya dengan projek itu adalah pekerjaan mulia yang akan sangat berguna bagi bangsa dan negara. Maka Zahra berharap, Rina sebagai istri mendukung Koswara, suaminya. Koswara dengan projek besarnya butuh pendampingan dan support seorang istri.
Nasihat panjang lebar Zahra ternyata meluluhkan hati dan perasaan Rini. Rini mulai berubah sikap. Ia menjadi sangat perhatian kepada Koswara suaminya. Ia juga memberikan semangat agar suaminya tetap teguh menjalankan projeknya itu karena projek itu sungguh akan membantu penduduk dan sungguh bermanfaat bagi bangsa dan negara. Rini sangat berterima kasih kepada Zahra yang telah mengingatkannya bagaimana harus bersikap sebagai seorang istri yang sebenar-benarnya.***

Rabu, 28 Juli 2010

Selasa, 27 Juli 2010

Senin, 26 Juli 2010

Kamis, 22 Juli 2010

Selasa, 20 Juli 2010

Sinopsis Novel

Judul        : Air Mata Seni
Oleh        : Rustam Efendi

Elina, wanita cantik lulusan HBS adalah putri tunggal Sutan Pangeran. Karena kecantikannya, hampir semua orang di kampung mengenalnya. Banyak pemuda yang berusaha mendekati Elina, namun tidak satu pun dari pemuda tersebut yang menarik perhatiannya.
Suatu ketika Elina dikejar seekor kerbau yang sedang mengamuk. Ia lari ketakutan. Untunglah ada seorang pemuda, Indra, yang kebetulan melihat peristiwa itu menolognya. Elina selamat, namun pemuda yang menolongnya terluka parah, hingga Elina membawanya ke rumah sakit. Indra, sang pemuda yang menolongnya harus dirawat inap di rumah sakit tersebut. Selama menjalani perawatan, Elina selalu menjenguknya. Bahkan Elina-lah yang membayar semua biaya rumah sakit, ketika Indra sudah dinyatakan sehat oleh dokter dan diperbolehkan pulang.Lagi-lagi peristiwa celaka hampir terjadi pada Elina. Ia terpeleset dalam perjalanan pulang. Untung ada Indra di situ dan kembali Indra menjadi sang penolong. Elina merasa berhutang budi pada Indra. Kedua pemuda pemudi itu makin dekat saja.
Indra adalah seorang pelukis yang berkeinginan mengangkat seni lukis bangsa Indonesia sejajar atau lebih tinggi dari seni lukis karya penjajah. Suatu ketika di Jakarta diselenggarakan lomba lukis. Indra sangat ingin mengikuti lomba itu, dan meminta Elina sebagai model lukisannya. Elina sepakat dengan keingin Indra tersebut.Di sela-sela lomba melukis itu, mampirlah mereka berdua ke sebuah restoran. Suasana restoran itu sangat romantis. Musik lembut mengalun, orang-orang berdansa, semakin membuat Elina dan Indra betah berada di dalam restoran ituTanpa disangka-sangka, muncullah Darwin, pemuda Belanda yang sangat tampan. Darwin adalah pelukis Belanda tamatan Akademi Menggambar dari Eropa yang sama-sama mengikuti lomba melukis.Terpesona oleh ketampanan Darwin, Elina tidak kuasa menolak ketika Darwin mengajaknya berdansa. Mereka berdansa dengan sangat mesra, sehingga membuat Indra cemburu. Ia menyesal mengapa harus mengajak Elina ke restoran itu. Karena didera cemburu hebat, Indra memutuskan untuk meninggalkan Elina dan hubungan mereka semakin renggang. Karena kebencian itulah, nyaris lukisan bergambar Elina yang akan diikutsertakan dalam lomba di Jakarta itu disobek-sobeknya. Untunglah, kesadarannya untuk berkompetisi menghalangi niat tersebut.
Sementara hubungan Elina dengan Darwin semakin mesra. Elina sangat terpesona dengan gaya hidup Barat yang disuguhkan Darwin kepadanya. Ia bahkan pergi ke Jakarta selama seminggu bersama Darwin. Dua orang yang sedang dimabuk asmara itu terlihat selalu berdua kemana pun mereka pergi.Tanpa berpikir panjang, Elina menerima tawaran Darwin ketika dirinya diminta menjadi model lukisan. Padahal Elina pernah menjadi model lukisan Indra. Darwin berjanji, jika nanti ia memenangkan lomba melukis, ia ingin menikahi Elina. Namun jika ia kalah dan Indra yang menang, maka Elina akan diserahkan kepada Indra.Dan benarlah, Indra berhasil memenangkan lomba melukis itu. Sesuai janjinya, Darwin mengembalikan Elina kepada Indra. Indra yang terlanjur terbakar dendam menolak kehadiran Elina yang dianggap sudah tidak suci lagi. Ketika Elina mengunjungi rumahnya, Indra malah mengusirnya. Dalam perjalan pulang itulah Elina mendapat kecelakaan. Elina tertabrak mobil. Elina segera dilarikan ke rumah sakit, namun jiwanya tdak tertolong. Sebelum ajal, Elina berpesan kepada seorang juru rawat bahwa ia sangat ingin mendapatkan pengakuan dari Indra bahwa dirinya masih suci dan belum ternoda oleh Darwin. Ia pun juga berpesan agar Indra tabah menerima kematikan Elina.
Penyesalan selalu datang terlambat. Begitu pula yang terjadi pada Indra. Ia merasa sangat bodoh arena terbakar api cemburu. Ia merasa sangat angkuh denagn mengusir Elina hingga menyebabkan kematian gadis itu. Ia menyesal atas segala tindakannya. Sebagai bentuk rasa sesal, ia tinggalkan kota itu. Ia berikan semua harta bendanya kepada sesama seniman dan ia pergi mengembara. Meninggalkan kota kenangannya bersama Elina. Pergi menembara, entah ke mana kaki membawa, asal tidak lagi tinggal di kota kenangan, kota penuh air mata, kota tempat ia menggeluti seni lukis, dan melupakan semuanya***

Sabtu, 17 Juli 2010

Kamis, 15 Juli 2010

Tamansiswa

Hari ini aku merasa lelah
Hari ini aku merasa letih
Entah esok hari,
Mungkin akan terasa sama

Tapi saya masih bersyukur...
Sebab,
Masih ada teman yang menemaniku...
Dalam deritaku hari ini
Itulah gunanya teman...

Karena,..
"Teman yang baik adalah teman yang ada saat kita membutuhkan"
Apakah mungkin esok temanku akan ada menemaniku?
Ku tunggu besok jawabnya dalam kegiatan di sekolahku
"Tamansiswa"

Rabu, 14 Juli 2010

Syukur

Harus ada rasa bersyukur
Di setiap kali ujian menjelma
Itu jelasnya membuktikan
Allah mengasihimu setiap masa
Diuji tahap keimanan
Sedangkan ramai terbiar dilalaikan
Hanya yang terpilih sahaja
Antara berjuta mendapat rahmatNya
Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi
Segala ujian diberi
Maka bersyukurlah selalu……….

Jumat, 25 Juni 2010

Natural Object


Mount Kinabalu

Senin, 21 Juni 2010

Belenggu Cinta

Menghempas sayap kebebasan
Melepas secuil luka penderitaan
Buka mata menatap ke depan
Meraih mimpi bersama harapan

Mencoba meninggalkan beban
Melepas cinta tanpa harapan
Sendu membelenggu kalbu
Memaksaku tuk menyapu

Hidup tak hanya diam
Waktu terus berjalan
Waktu terus berpacu
Segenap kepastian tlah lama menunggu

Ku berlari……….
Melepas belenggu ini……..
Bukan ku tak percaya cinta…….
Tapi semua atas kehendakNYA

Senin, 14 Juni 2010

Kata – kata Bijak (English dan Bahasa Indonesia) :

SMILE IS THE SHORTEST DISTANCE BETWEEN TWO PEOPLE.
SENYUM ADALAH JARAK YANG TERDEKAT ANTARA DUA MANUSIA .

REAL POWER DOES NOT HIT HARD , BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS , TETAPI TEPAT SASARAN

YOU HAVE TO ENDURE CATERPILLARS IF YOU WANT TO SEE BUTTERFLIES. (ANTOINE DE SAINT)
ANDA HARUS TAHAN TERHADAP ULAT JIKA INGIN DAPAT MELIHAT KUPU-KUPU. (ANTOINE DE SAINT)

ONLY THE MAN WHO IS IN THE TRUTH IS A FREE MAN.
HANYA ORANG YANG BERADA DALAM KEBENARANLAH ORANG YANG BEBAS.

EVERY DARK LIGHT IS FOLLOWED BY A LIGHT MORNING.
MALAM YANG GELAP SELALU DIIKUTI PAGI YANG TENANG.

LAUGHING IS HEALTHY, ESPECIALLY IF YOU LAUGH ABOUT YOURSELF.
TERTAWA ITU SEHAT, LEBIH-LEBIH JIKA MENTERTAWAKAN DIRI SENDIRI.

THE DANGER OF SMALL MISTAKES IS THAT THOSE MISTAKES ARE NOT ALWAYS SMALL.
BAHAYANYA KESALAHAN-KESALAHAN KECIL ADALAH BAHWA KESALAHAN-KESALAHAN ITU TIDAK SELALU KECIL.








DIG A WELL BEFORE YOU BECOME THIRSTY.
GALILAH SUMUR SEBELUM ANDA MERASA HAUS.

GOOD MANNERS CONSIST OF SMALL SACRIFICES.
SOPAN – SANTUN YANG BAIK YANG TERDIRI DARI PENGORBANAN –PENGORBANAN KECIL.

IDEAS ARE ONLY SEEDS, TO PICK THE CROPS NEEDS PERSPIRATION.
GAGASAN-GAGASAN HANYALAH BIBIT, MENUAI HASILNYA MEMBUTUHKAN KERINGAT.

LAZINESS MAKES A MAN SO SLOW THAT POV ERTY SOON OVERTAKE HIM.
KEMALASAN MEMBUAT SESEORANG BEGITU LAMBAN SEHINGGA KEMISKINAN SEGERA MENYUSUL.

THOSE WHO ARE ABLE TO CONTROL THEIR RAGE CAN CONQUER THEIR MOST SERIOUS ENEMY.
SIAPA YANG DAPAT MENAHAN MARAHNYA MAMPU MENGALAHKAN MUSUHNYA YANG PALING BERBAHAYA.

KNOWLEDGE AND SKILLS ARE TOOLS, THE WORKMAN IS CHARACTER.
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ADALAH ALAT, YANG MENENTUKAN SUKSES ADALAH TABIAT.

A HEALTHY MAN HAS A HUNDRED WISHES, A SICK MAN HAS ONLY ONE.
ORANG YANG SEHAT MEMPUNYAI SERATUS KEINGINAN, ORANG YANG SAKIT HANYA PUNYA SATU KEINGINAN

A MEDICAL DOCTOR MAKES ONE HEALTHY, THE NATURE CREATES THE HEALTH. (Aristoteles)
SEORANG DOKTER MENYEMBUHKAN, DAN ALAM YANG MENCIPTAKAN KESEHATAN. (Aristoteles)

THE MAN WHO SAYS HE NEVER HAS TIME IS THE LAZIEST MAN.(Lichtenberg)
ORANG YANG MENGATAKAN TIDAK PUNYA WAKTU ADALAH ORANG YANG PEMALAS.(Lichterberg)

POLITENESS IS THE OIL WHICH REDUCES THE FRICTION AGAINST EACH OTHER. (Demokritus).
SOPAN-SANTU ADALAH IBARAT MINYAK YANG MENGURANGI GESEKAN SATU DENGAN YANG LAIN. (Demokritus).

A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK.
SETETES TINTA BISA MENGGERAKAN SEJUTA MANUSIA UNTUK BERFIKIR.

WE CAN TAKE FROM OUR LIFE UP TO WHAT WE PUT TO IT.
APA YANG BISA KITA DAPAT DARI KEHIDUPAN KITA TERGANTUNG DARI APA YANG KITA MASUKKAN KE SITU.

REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN

IF YOU LEAVE EVERYTHING TO YOUR GOOD LUCK, THEN YOU MAKE YOUR LIFE A LOTTERY.
JIKA ANDA MENGANTUNGKAN DIRI PADA KEBERUNTUNGAN SAJA, ANDA MEMBUAT HIDUP ANDA SEPERTI LOTERE.

REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN.

BEING CAREFUL IN JUDGING AN OPINION IS A SIGN OF WISDOM.
KEHATI-HATIAN DALAM MENILAI PENDAPAT ORANG ADALAH CIRI KEMATANGAN JIWA.

YOU RECOGNIZE BIRDS FROM THEIR SINGGING, YOU DO PEOPLE FROM THEIR TALKS.
BURUNG DIKENAL DARI NYANYIANNYA, MANUSIA DARI KATA-KATANYA.

ONE OUNCE OF PREVENT IS EQUAL TO ONE POUND OF MEDICINE.
SATU ONS PENCEGAHAN SAMA NILAINYA DENGAN SATU PON OBAT.

ALL THAT GLITTERS IS NOT GOLD .
YANG BERKILAUAN BUKAN BERARTI SELALU EMAS

A THING YOU DON'T WANT IS DEAR ANY PRICE
BARANG YANG TIDAK MEMBUATMU TERTARIK SELALU TERASA MAHAL

A GOOD NEIGHBOUR IS WORTH MORE THAN A FAR FRIEND
TETANGGA YANG BAIK LEBIH BERHARGA DARIPADA TEMAN YANG JAUH

A GOOD BOOK IS GREAT FRIEND
BUKU YANG BERMANFAAT MERUPAKAN TEMAN YANG BERARTI

A NEW BROOM SWEEPS CLEAN
SAPU YANG BARU PASTI AKAN MAMPU MEMBERSIHKAN

A GOOD NAME IS BETTER THAN RICHES
NAMA YANG HARUM LEBIH BERHARGA DARI KEKAYAAN

A MAN BECOMES LEARNED BY ASKING QUESTIONS
DENGAN BERTANYA, ORANG AKAN LEBIH BERPENGALAMAN

Minggu, 13 Juni 2010

I don't know......

  1. Do What Makes You Happy....
  2. Be With Who Makes You Smile..........
  3. Laugh As Much As You Breathe........
  4. Love As Long As You Live........

Rabu, 09 Juni 2010

Blogger Comunity........

Project Alpha (Uncovering Malaysia,s Top Bloggers)

Jumat, 04 Juni 2010

Belenggu Cinta........

Menghempas sayap kebebasan
Melepas secuil luka penderitaan
Buka mata menatap ke depan
Meraih mimpi bersama harapan

Mencoba meninggalkan beban
Melepas cinta tanpa harapan
Sendu membelenggu kalbu
Memaksaku tuk menyapu

Hidup tak hanya diam
Waktu terus berjalan
Waktu terus berpacu
Segenap kepastian tlah lama menunggu

Ku berlari……….
Melepas belenggu ini……..
Bukan ku tak percaya cinta…….
Tapi semua atas kehendakNYA

Rabu, 02 Juni 2010

Hancurkan Perasaanku........

Tak lama setelah kau pergi.......
Diri ini terasa pilu.....
Terbayang sikapmu dulu.....
Dirimu bagaikan bunga yang terbang......
Seakan aku tak dapat memetikmu dengan tanganku ini....
Entah kenapa aku tak bisa memetikmu....?
Mungkin karena aku tlah terlalu kejam padamu......
Atau malah aku tak menghiraukanmu........
Kurang rasa perhatianku padamu.....
Mungkin memang sudah terlambat bagiku tuk membenahi semua itu....
Tapi, aku akan tetap berusaha semampu diriku.....
Kalau perlu aku kan mengejarmu sampai manapun.....

Selasa, 01 Juni 2010

SYUKUR

Harus ada rasa bersyukur
Di setiap kali ujian menjelma
Itu jelasnya membuktikan
Allah mengasihimu setiap masa
Diuji tahap keimanan
Sedangkan ramai terbiar dilalaikan
Hanya yang terpilih sahaja
Antara berjuta mendapat rahmatNya
Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi
Segala ujian diberi
Maka bersyukurlah selalu……….

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Rosyid A | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review
Chrome Pointer